oleh

Pemerintahan CEP-SSL: Gubernur Minahasa, Wagub BMR, Sekprov Nusa Utara

MANADO, SULUTBICARA.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) mengusung pemerintahan yang berkeadilan tanpa mengutamakan kepentingan keluarga.

“Contohnya jika Gubernur dari Minahasa, Wakilnya dari Bolmong Raya (BMR), pasti Sekretaris Provinsi (Sekprov) dari Nusa Utara. Ini agar bisa menjaga keseimbangan dalam pemerintahan nanti, dan tidak ada lagi yang namanya asal bos senang,” tegas CEP disetiap kesempatan.

Dia menjelaskan, bahwa pengalaman sebagai Bupati Minsel dan Boltim membuat keduanya berkomitmen untuk memprioritaskan keterwakilan diperangkat kerja nantinya.

“Kami sudah sepakat untuk memprioritaskan para pejabat bukan sesuai dengan kepentingan pribadi atau kekeluargaan. Namun, kami menilai dari sisi profesional dan basic dari ASN tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkan, Ketua Tim Pemenangan CEP-SSL, Jantje Wowiling Sajow bahwa pasangan nomor urut 1 tersebut berkomitmen tidak akan memanfaatkan ASN maupun Kepala Sekolah untuk mencari keuntungan dalam pilkada.

“Ibu CEP selalu bilang, kalau dirinya jadi Gubernur, tidak ada lagi Kepsek SMA/SMK maupun guru beking – beking baliho deng panji. Nda ada kumpul – kumpul for galang suara, nda ada kumpul – kumpul HP kalu mo rapat dan nda mo kase beban pa ASN kumpul KTP, for cari suara,” ungkap Ketua PDIP Minahasa ini, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, jika ingin mendukung CEP-SSL harus dari hati yang tulus agar dapat membuat rakyat dan ASN senang.

“Tapi kalau mau tekan, intimidasi, ancam mutasi dan lain – lain merupakan sebuah tindakan yang gagal menjadi pemimpin. Menurut Ibu CEP lebe bae nda usah bacalon. Inga – inga kita da bilang , ini komitmen. Kalu mo suka senang, sejahtera, aman, nyaman dan tenang ba kerja? Pilih nomor 1, CEP SEHAN,” ajak mantan Bupati Minahasa ini.

(jnp)

Komentar

Terkait