oleh

Diwarnai Aksi “Walk Out”, Pemilihan Dekan FH Unsrat Dinilai Cacat Hukum dan Nepotisme

MANADO, SULUTBICARA.com

Pemilihan Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang digelar di Lantai 12 Law Tower FH Unsrat, Rabu (23/02/2022) melahirkan “prahara” di institusi lembaga pendidikan tinggi terbesar di Sulawesi Utara ini. Sembilan anggota senat  memilih walk out dari rapat senat pemilihan Dekan.

Ketua Hukum Tata Negara, Dr Tommy Sumakul SH MH, menjelaskan bahwa sembilan anggota senat memilih keluar keluar ruang rapat karena tahapan dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dan cacat hukum. Menurutnya, Ketua Senat tetap terus melakukan pemilihan tanpa memberikan penjelasan yang sementinya.

“Sehingga sembilan angota senat memilih keluar dari ruang rapat senat tersebut. Artinya, apapun keputusan yang diambil pimpinan senat fakultas, itu tanggung jawab mereka. Kita tidak mau terlibat dalam persoalan-persoalan yang nantinya ini akan berdampak pada produk yang dikeluarkan ini adalah ilegal. Karena tahapan yang sudah ilegal, pasti produknya ilegal,” ungkap Sumakul.

Ditambahkan Wakil Dekan Bidang Keuangan FH Unsrat, Dr Rodrigo Elias SH MH bahwa pada intinya senat fakultas ketika masuk dalam pemilihan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2014.

“Sementara pada Pasal 3 Ayat 1 disebutkan bahwa senat fakultas terdiri dari dekan, wakil-wakil dekan, ketua bagian/jurusan, guru besar, dan dosen yang bukan mewakili guru besar. Jadi rapat tadi tidak ada unsrat dekan, jadi ini merupakan pelanggaran,” jelasnya.

Dia juga menyatakan bahwa Rektor tidak memenuhi Peraturan Rektor yang telah dia tanda tangan, yaitu fakultas sudah harus ada dekan terpilih 3 bulan sebelum berakhirnya dekan lama. “Sehingga dekan itu dalam jabatannya mempunyai hak suara untuk memilih. Namun Rektor telah melanggar itu, sehingga unsur organ senat ini tidak terpenuhi,” tegasnya.

Elias juga menjelaskan terkait peraturan anggota senat ketika dilantik maksimal harus berusia 61 tahun. Namun katanya, salah satu anggota senat telah berumur 61 tahun 2 bulan ketika dilantik pada Januari 2022.

“Seharusnya, Noldy Mohede sendiri sudah dilantik menjadi anggota senat fakultas sejak April 2021, namun Rektor terus menunda dengan berbagai alasan. Pemilihan ini juga sarat nepotisme, coba kita lihat 2 calon dekan yang dipilih rektor. Pertama Emma Senewe merupakan istri dari Wakil Rektor II yang juga merangkap Plt Dekan Ronny Maramis dan Donna Setiabudhi merupakan istri dari ketua panitia pemilihan dekan Toar Palilingan,” ungkapnya.

Dilain pihak, Rektor Unsrat Ellen Kumaat yang didampingi Wakil Rektor II yang juga merangkap Plt Dekan FH Ronny Maramis, Ketua Panitia Toar Palilingan dan dekan terpilih Emma Senewe memberikan keterangan yang berbelit-belit terkait tudingan telah melakukan pelanggaran dalam pemilihan dekan.

“Panjang kalau mau diceritakan soal itu,” singkat Ellen seraya membantah tudingan menjegal beberapa calon dekan potensial dan memiliki kualitas diatas rata-rata.

Diketahui sembilan senat yang melilih keluar walk out antara lain Tommy Sumakul, Rodrigo Elias, Nelly Pinangkaan, Fransiskus Tangkudung, Noldy Mohede, Hendrik Pondaag, Roy Karamoy, Anna Wahongan, dan Danniel Aling.

(sbc/*)

Komentar