Pengakuan Mayjen Rano Tilaar: Unsrat Berperan Penting dalam Awal Karier Militer Saya

Sumikolah693 Dilihat

MANADO — Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan karier Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayjen TNI Rano Tilaar.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan kuliah umum bertema “Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia di Tengah Pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia” di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikusumo Unsrat, Kamis (11/6/2026).

Di hadapan mahasiswa dan civitas akademika, Mayjen Rano Tilaar membuka paparannya dengan mengenang masa-masa persiapan mengikuti seleksi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI)—sekarang Akmil.

“Ketika saya masih kelas 3 SMA dan mengikuti tes, saat itu masih disebut AKABRI, saya ditutor oleh para dosen Unsrat,” kenangnya.

Ia menceritakan bahwa saat itu calon peserta dari Sulawesi Utara memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Melihat kondisi tersebut, para dosen Unsrat berinisiatif memberikan pembekalan tambahan agar para peserta memiliki kesiapan yang matang.

“Kami ditutor dan ditambah ilmunya, supaya saat mengikuti tes tidak ada anggapan bahwa tingkat pendidikan Sulut tertinggal. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Unsrat. Kalau saya bisa berdiri seperti saat ini, itu juga karena Unsrat,” ujar Rano yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.

Usai berbagi kisah personal, Mayjen Rano menekankan pentingnya generasi muda memahami dinamika geopolitik global serta nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menjaga kedaulatan bangsa. Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat banyak negara bermiliter kuat yang akhirnya runtuh karena kehilangan pijakan nilai nasionalnya.

Secara khusus, ia mengulas posisi geografis Sulawesi Utara yang sangat strategis namun berbatasan langsung dengan wilayah rawan konflik.

“Kenapa generasi muda Sulut harus belajar tentang geopolitik? Karena letak strategis Sulut menyimpan potensi ancaman,” tegasnya seraya mencontohkan kedekatan geografis Sulut dengan kawasan Mindanao, Filipina Selatan.

Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, M.Eng, IPU, ASEAN Eng, menyambut hangat kedatangan Gubernur Akmil. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan zaman.

“Sebagai perguruan tinggi di kawasan strategis, Unsrat bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, integritas, dan jiwa kepemimpinan,” tutur Prof. Berty Sompie.

Ia berharap kuliah umum ini menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebagai calon pimpinan bangsa di masa depan.

(***)

Komentar