oleh

Bawaslu Minta Pemkot Manado Tak Intervensi Data Pemilih

MANADO, SULUTBICARA.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Manado mewarning Pemerintah Kota Manado untuk tidak lebih jauh melakukan intervensi data pemilih.

Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Manado, Taufik Bilfaqih mengatakan kontestasi Pilkada kali ini sangat rentan karena istri walikota Manado GS Vicky Lumentut yakni Julyeta Paula Amelia Runtuwene (JPAR) ikut berkompetisi.

“Bawaslu peringatkan Pemkot Manado untuk tidak lebih jauh melakukan intervensi data pemilih, mengingat kontestasi pilkada kali ini sangat rentan akibat istri walikota yang ikut berkompetisi. Bukan tidak mungkin, ada opini yang berkembang jika ada agenda mobilisasi massa,” ujarnya Taufik daan FGD verifikasi Data Penduduk Pemilih Potensial bersama Pemerintah Kota Manado, Senin (05/10/2020) .

Dikataoannya, Bawaslu menyarankan, data potensial yang ada di Pemkot agar diserahkan ke pemerintah pusat, sehingga ada rekom nasional utk KPU melakukan pemutakhiran.

“Tahapan DP4 sudah berakhir, setalah coklit hasil DPT 2019 dengan DP4 yang melahirkan DPS,” jelasnya.

Menurut Taufik, Bawaslu juga mengingatkan KPU, agar tidak menghalangi setiap warga negara dalam mendapatkan hak pilihnya.

“Bawaslu ingatkan Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil), agar membantu KPU dalam hal; analisa data bermasalah seperti: meninggal, pindah domisili, TNI/Polri, dibawah umur dan sebagainya. Sementara terkait penambahan, jauh lebih baik berkoordinasi dengan jajaran tingkat pusat,” paparnya.

Sementara Kepala Disdukcapil Manado Julises Ohlers mengatakan bahwa daftar pemilih kini berjumlah 327.739. “Memang benar ada perbedaan data. Yang paling pokok kita harus menghindari manipulasi di data pemilih,” pungkas Ohlers.

(jnp/*)

Komentar